Home | Sitemap | Petunjuk | Hubungi Kami      
  

MENJADI PERABOT YANG MULIA...

Sebagai seorang pelayan Tuhan, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.” (2 Timotius 2:15). Bila kita hidup layak di hadapan Tuhan dan ‘benar’ meski berada di tengah dunia yang penuh dengan gejolak dan ketidakbenaran ini, maka kita akan menjadi perabotNya untuk maksud yang mulia, dikuduskan, dan dipersiapkan untuk melakukan pekerjaanNya yang besar dan mulia. Seorang pelamar kerja tidak dengan serta merta diterirna bekerja di sebuah perusahaan apabila ia tidak memenuhi prasyarat. Dan karena persaingan yang begitu ketat, maka tiap-tiap perusahaan pun menyeleksi calon pegawainya dengan kriteria yang tidak mudah.

Begitu juga menjadi seorang pelayan Tuhan, ada hal-hal yang harus kita perhatikan saat mengemban tugas mulia sebagai alatNya:

1. Jangan tawar hati. Tugas melayani Tuhan sangat mudah menyebabkan seseorang menjadi tawar hati karena ia akan menghadapi banyak sekali tekanan: sikap sinis dari orang lain, diejek, dianggap sok suci, ditolak, dimusuhi dan juga dijauhi; belum lagi gesekan atau perselisihan antar jemaat, diremehkan atau diragukan kemampuannya. Bukankah kita seringkali tawar hati ketika mengalami hal-hal demikian? Mari belajar dari rasul Paulus yang berkata, “Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.” (2 Korintus 4:1). Mengapa Paulus tidak menjadi tawar hati? Itu karena ia sangat menghargai pelayanan yang dipercayakan kepadanya. Jadi, kesempatan untuk melayani itu dinilai sebagai suatu kemurahan Tuhan.

2. Jangan rneninggikan diri. Banyak orang ingin terlibat dalam pelayanan karena ada motivasi yang terselubung yaitu ingin dikenal atau mencari nama. Pelayan Tuhan yang benar tidak akan menggembar gemborkan diri sendiri, tetapi hanya nama Yesus yang dimasyurkan. Paulus berkata pula, “Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan,...” (2 Korintus 4:5).

Kita akan menjadi perabotNya yang mulia bila kita tidak tawar hati dan tidak meninggikan diri!


 
 
Home | Profil | Akademik | E-Learning | Informasi | Forum | Hubungi kami |
 
Copyright 2007, STTB The Way, All Rights Reserved
Web developed by Viracle, Inc