|
Seorang pria di Kansas City menderita luka-luka serius karena ledakan. Wajahnya menjadi sangat rusak, ia pun kehilangan penglihatannya. Padahal dia baru saja menjadi Kristen, dan satu hal yang membuatnya semkain sedih adalah, dia tidak bisa membaca Alkitab lagi. Namun suatu kali, dia mendengar cerita tentang seorang wanita di Inggris yang bisa membaca huruf Braille dengan bibirnya. Dia ingin mengikutinya. Ia lalu meminta dibelikan Alkitab dengan huruf Braille. Sayangnya, dia harus menelan pil pahit karena ternyata ujung-ujung syaraf bibirnya juga rusak karena dahsyatnya ledakan itu. Meski kecewa, dia tidak putus asa. Suatu hari, saat ia menyentuhkan lagi huruf Braille itu ke bibirnya, tanpa sengaja lidahnya bisa merasakan huruf yang ada di Alkitab itu. Timbullah ide di otaknya. Dia belajar membaca Alkitab menggunakan lidahnya. Ternyata berhasil ! Yang sungguh mencengangkan, pria ini telah membaca seluruh isi Alkitab sebanyak empat kali. Pertanyaan bagi kita yang masih memiliki penglihatan dan anggota tubuh normal adalah, sudah berapa kali kita membaca Alkitab sampai tuntas ?
Pemazmur mengatakan bahwa Firman Tuhan adalah pelita bagi Jalan kita. Itu menandakan bahwa Firman Tuhan begitu penting dalam hidup ini. Menjalani keseharian tanpa Firman Allah, hanya akan membuat kita tersandung dan salah langkah. Sebaliknya, hidup berpadanan dengan suara dan kehendak-Nya akan membuat langkah kaki kita selalu beruntung.
Mari giatkan diri kita untuk membaca, merenungkan dan melakukan Firman Allah setiap hari, sehingga kita dapat berkata seperti Daud, “Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapanMu; FirmanMu tidak akan kulupakan.” (Mazmur 119:16).
ALKITAB TIDAK DIBERIKAN UNTUK MENAMBAH PENGETAHUAN KITA
TETAPI UNTUK MENGUBAH KEHIDUPAN KITA (D.L. Moody)
|