Jumat, 18 Mei 2012 | 12:00 WIB
Jakarta - Strategi bundling iPhone yang diterapkan operator seluler Sprint Nextel ternyata bikin blunder. Gara-gara memberikan subsidi kelewat besar, para pemegang saham operator itu pun mencak-me
Alhasil, sang CEO Sprint Nextel, Daniel Hesse, terpaksa merelakan tunjangan tahunannya dipotong untuk menutupi pengeluaran besar perusahaannya.
Seperti diwartakan Reuters, Selasa (8/5/2012), Hesse merelakan insentifnya USD 346 ribu dipotong demi ikutan nombok akibat terlalu besarnya biaya yang dikeluarkan operator seluler terbesar ketiga di Amerika Serikat itu untuk bundling iPhone terbaru.
"Pemotongan ini saya lakukan sukarela dari total kompensasi setahun senilai USD 3.250.830 yang saya terima di 2012 ini demi menopang kinerja perusahaan," ujarnya.
Sprint harus membayar...